#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Kamis, 22 November 2012

Pelayanan Dikeluhkan, Dokter di Puskemas Ampana Timur Hanya Satu Orang

Tojo Una una (Touna) - Sulawesi Tengah,
HARIANJAYAPOS.com - Puskesmas Ampana Timur Kabupaten Tojo Una una (Touna) sudah lama menjadi keluhan masyarakat, karena pelayanannya seharusnya dimulai pukul 08.00 Wita, ternyata molor hingga pukul 10.00 Wita. “Pelayanan di Pukesmas Ampana Timur molor, baru buka pukul Sembilan bahkan pukul sepuluh,” warga yang datang berobat ke pusat kesehatan itu.

Bahkan, lanjutnya, Puskesmas ini juga terkadang tidak ada dokternya, hanya dilayani oleh perawat. Seharusnya, selalu ada dokter yang standby.

Menganggapi keluhan warga tersebut, Kepala Pukesmas Ampana Timur, Dr Nelly K Wumu SKM, mengakui kalau selama ini pukesmas yang dia pimpin memang kekurangan tenaga dokter.

Nelly katakan, dokter yang ditugaskan di pukesmas ini hanya satu orang. Padahal, warga yang datang berobat hampir seratusan orang tiap hari. “Pukesmas ini hanya ada satu dokter, tiap hari warga yang datang berobat segitu banyak, jelas dokternya kelelahan,” katanya.

Lebih jauh Nelly jelaskan, selama ini pukesmas yang dia pimpin sudah mengajukan penambahan tenaga dokter, namun sampai sekarang masih belum ada dokter tambahan. Karena itu, pemerintah mau menambah dokter di pukesmas yang dia pimpin itu. “Pukesmas ini seharusnya, minimal dua dokter. Ini, hanya satu dokter, jelas tidak mampu. Sedang warga yang datang berobat, kebanyakan tidak mau diperiksa sama perawat, maunya sama dokter,” ujarnya berharap adanya penambahan tenaga dokter.

Sementara Saiful, dari Central Data Pukesmas menambahkan, dokter tidak ada yang mau ditugaskan di pukesmas tersebut, mengingat honor yang mereka terima tidak sesuai. “Bukannya kami tidak mau melayani warga, tetapi memang dokternya yang minim,” katanya.

Minimnya tenaga dokter di Puskesmas Ampana Timur tentu sangat berdampak terhadap pelayanan kesehatan. Hal ini jelas mendapat tanggapan dari Lutfi Palapa, Anggota DPRD Touna. Dia sangat menyayangkan tidak maksimalnya pelayanan pukesmas di wilayah itu.

Karenanya kedepan, pelayanan pukesmas akan ditingkatkan. “Kasihan warga yang datang memerlukan perawatan,” tandasnya. Ilham/ST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar