#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Minggu, 10 Juni 2012

Petani Palas Ancam Jahit Mulut

Awam Green

Kompas - Mei Leandha | Tri Wahono |

Sampai hari kelima, 25 orang petani yang empat orang di antaranya adalah perempuan dan tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri asal Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih bertahan melakukan aksi mogok makan di DPRD Sumut.

Sementara itu, sebelas orang yang melakukan aksi mogok makan kondisinya mulai melemah. Mereka terlihat tidur di tenda darurat yang mereka dirikan tepat di depan gedung dewan tersebut dengan mulut di lakban.

Walau disuplai minuman teh manis dari wakil rakyat, tetap sebagian dari mereka tidak menerimanya. 

Merauke Terancam Tenggelam Akibat Abrasi

Awam Green,

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Merauke, Papua, membeberkan pengikisan pantai di wilayah itu makin parah. Penambangan pasir liar dituding sebagai biang terjadinya abrasi besar-besaran. "Sebentar lagi Merauke tenggelam karena air laut masuk kota," kata Bambang Suji, Sekertaris Komisi Bidang Pembangunan DPRD Merauke, Rabu (13/4).

Jika tak segera diambil langkah darurat oleh pemerintah, kawasan pemukiman padat penduduk di Lampu Satu hingga Ndalir (kawasan terdekat dari pantai) akan tertutup air laut. Dia menyarankan warga direlokasi atau dibuat tanggul. "Penambang pasir musti dicarikan tempat lain yang lebih aman," kata Suji.