#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Jumat, 15 Juni 2012

Menyoal Kerusakan Hutan

Awam Green

Oleh : Jhon Rivel Purba
Tiga kata yang bisa menggambarkan pengelolaan hutan di Indonesia sejak orde baru (1966) hingga sekarang adalah kata: rasuk, rakus, dan rusak. Penguasa dirasuki oleh roh kapitalisme sehingga pemilik modal (kapitalis) yang rakus bisa melahap sumber daya alam khususnya hutan di negeri ini. Pada akhirnya terjadi kerusakan hutan yang meningkat setiap tahunnya.
Berbagai produk perundang-undangan dan kebijakan sejak masa rezim orde baru didasarkan pada semangat kapitalisme (industrialisasi) dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya. Lahirlah Undang-undang No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (UU PMA) dan Undang-undang No. 5/1967 tentang Pokok-pokok Kehutanan (UUPK), yang membuka pintu masuk bagi arus modal asing.


Lingkungan Bersih, Bebas Sampah

Awam Green

Oleh : Wothson G J Sinaga, S.Pd. 
 
Sebagai limbah manusia, sampah kerap sekali menjadi sebuah permasalahan yang tidak kunjung merdeka. Hingga sekarang masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan kebersihan lingkungan. Terbukti di lingkungan tempat kita tinggal masih banyak sampah. Sampah tersebut berserakan di tempat-tempat umum dan cukup merusak pemandangan 
dan kebersihan lingkungan.
 
Masih banyaknya masyarakat yang belum sadar lingkungan akan membuat dampak buruk bagi lingkungan. Tidak mengambil tanggung jawab atas sampah sendiri membuat mereka seenaknya membuang sampah sembarangan. Bukan hanya buruk bagi lingkungan namun 
juga tidak menjadi teladan bagi anak-anak dan orang lain. Sehingga kian lama sampah 
akan semakin menumpuk dan berakibat buruk bagi pemandangan juga drainase lingkungan.