#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Senin, 25 Juni 2012

Gunung Kerinci, Menapaki Keindahan Tertinggi di Sumatera

awam green
Gunung kerinci merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera di Indonesia. Ada banyak keindahan di gunung dengan ketinggian 3.805 mdpl tersebut. Alamnya sungguh sempurna, mulai dari danau hingga kekayaan flora dan fauna.

Bagi anda para pendaki, keindahan Gunung Kerinci sungguh sayang untuk dilewatkan. Di dalam jalur pendakiannya, ada banyak keindahan yang dapat Anda rasakan. Gunung Kerinci akan membuat siapa pun terpesona akan kemegahannya.

Dari situs resmi pariwisata Indonesia yang dikunjungi detikTravel, Senin (25/6/2012), Gunung Kerinci dikelilingi hutan Taman Nasional Kerinci Seblat dan juga merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Ada banyak pula flora dan fauna yang dapat Anda temukan di sana.

Tenda Petani Jahit Mulut Diserang OTK

awam green,
Kembali, tenda para petani yang melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPRD Sumatera Utara diserang orang tak dikenal (OTK). Kali ini penyerangan terjadi sekitar pukul 02.20 WIB, Selasa (27/6/2012), saat para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri Kabupaten Padang lawas (Palas) sedang tertidur lelap. Para pelaku naik sebuah mobil pick up dan berboncengan enam sepeda motor.

Mereka menghancurkan tenda-tenda yang didirikan para petani dengan menggunakan kayu. Aksi ini sempat mendapat perlawanan dari para petani dan aktivis pendamping yang melempari "tamu tak diundang" tersebut dengan batu sehingga mereka mundur lalu kabur. Akibat Kejadian ini sekitar 20-an petani dan aktivis pendamping luka-luka.