#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Sabtu, 30 Juni 2012

Petani Jahit Mulut Halangi Mobil Menteri Kehutanan di Medan

awam green,
Lima ibu yang ikut dalam aksi mogok makan dan jahit mulut, nekat tidur dan berguling-guling di pintu keluar Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (29/6) sore. Akibatnya, mobil yang ditumpangi Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, sempat tak bisa melintas.

Aksi tersebut terjadi usai Zulkifli Hasan membuka Jambore Entrepreneur Remaja Masjid se ASEAN di Lapangan Benteng, Jl. Pengadilan, Medan sekitar pukul 16.30 WIB.

Zulkifli juga sempat terkejut saat melihat seorang dari lima ibu, ikut membawa balita berusia sekitar 3 tahun ikut berguling-guling di tanah, sambil memohon agar kasus penyerobotan lahan di Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, segera dituntaskan.

"Tolonglah kami, Pak. Sudah hampir sebulan kami mogok makan dan jahit mulut di DPRD Sumut, tapi tidak ada kejelasan. Anak kami tiap hari sudah makan ubi, rumah kami habis dibakar perusahaan," isak Irma, salah seorang petani sambil menggendong anaknya.

Kamis, 28 Juni 2012

Seminar Tambang Emas di Donggala Sulteng Ricuh, 3 Peserta Disandera

awam green,
Ratusan warga dari 8 desa di pantai barat, Donggala, Sulawesi Tengah memblokir jalan daerah di desa Walandano, kecamatan Balaesang Tanjung dengan menumbangkan sebuah pohon besar. Mereka menolak perusahaaan tambang emas milik PT. Cahaya Manunggal Abadi yang beroperasi di daerah mereka.

Pemblokiran ini dilakukan untuk mencegah warga yang pro tambang mengikuti seminar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang digelar, Kamis (28/6/2012) di Kantor Badan Lingkungan Hidup Donggala. Warga ingin melindungi tanah mereka yang masuk dalam areal konsesi pertambangan milik PT. CMA.

Ratusan warga tersebut berasal dari Walandano, Malei, Ketong, Kamonji, Palau, dan Rano yang berada di wilayah konsesi tambang seluas lebih dari 4 ribu hektare. Sejumlah lahan perkebunan warga yang masih produktif masuk dalam lahan konsesi.