Bupati
Pasaman Barat Baharuddin mengajak para petani kelapa sawit untuk
menghentikan pasokan tandan buah sawit (TBS) kepada pabrik-pabrik
pengolahan kelapa sawit (PKS) yang berhimpun dalam Gabungan Pengusaha
Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Baharuddin beralasan, akhir-akhir ini
pengusaga pengolahan kelapa sawit hanya mementingkan keuntungan sendiri
tanpa memikirkan nasib petaninya.
Ajakan itu disampaikan Baharuddin dalam diskusi panel di sekretariat Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Jakarta, Kamis (5/7), yang diikuti sejumlah bupati, Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) dan Gapki.
"Saya serukan coba saja hentikan pasokan buah sawit cukup dua hari saja ke pabrik kelapa sawit karena pemilik pabrik sawit yang tergabung dalam Gapki dan pemilik lahan inti sawit semakin memikirkan keuntungannya sendiri, sementara masyarakat di sekitar dan daerah operasionalnya semakin miskin," kata Baharuddin.

