#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Sabtu, 21 Juli 2012

"Terkait Meninggalnya Warga yang Diduga Tertembak " Polda Belum Berani Pastikan Penyebab Kematian

Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian Masnudin (48), warga Malei yang diduga terkena peluru aparat. Polda sendiri, mengaku masih melakukan penyelidikan di lapangan terkait dengan dugaan kematian korban akibat ditembak polisi.

Kepada wartawan Jumat (20/7), Kapolda Sulteng, Brigjen Dewa Parsana, menjelaskan, jika dirinya belum bisa memastikan korban tertembak peluru aparat kepolisian. Namun seandainya memang benar, korban tertembak oleh peluru aparat, maka pihaknya masih akan melakukan uji balistik, guna menentukan siapa anggota kepolisian yang melepaskan tembakan ke arah korban. “Untuk memastikan itu, kami telah menurunkan tim investigasi di lapangan, untuk mengecek apakah penanganan yang dilakukan aparat di lapangan sudah sesuai prosedur atau belum,” jelas Dewa Parsana, didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Indra Mulyadi serta Kabid Humas, AKBP Soemarno.

Polri Didesak Tarik Pasukan dari Balaesang

Masyarakat lari ke hutan setelah polisi melakukan langkah pukul mundur.

Ketua Forum Masyarakat Anti Tambang Balaesang Tanjung Jamlis Lahandu meminta agar Kapolda Sulawesi Tengah menarik pasukan keamanan dari Polres Donggala yang disiagakan di Balaesang Tanjung, hari ini.

"Kami meminta supaya aparat polisi yang ada di sana ditarik supaya masyarakat tidak takut," kata Jamlis Lahandu di Palu.

Dia mengatakan, sebagian masyarakat dari sejumlah desa seperti Malei dan Kamonji saat ini melarikan diri ke hutan setelah polisi memukul mundur mereka.