#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Rabu, 22 Agustus 2012

Warga Lega Akses Jalan ke Lindu Terbuka

Sejumlah warga Lindu yang tinggal dan bekerja di Palu, Sulawesi Tengah, kini lega karena akses jalan menuju kecamatan itu terbuka kembali setelah empat hari tertutup total karena tertimbun longsor akibat gempa bumi.

"Saya sekarang lega. Sebab, dengan terbukanya akses jalan ke Lindu berarti sudah bisa mengunjungi keluarga di sana," kata seorang warga Lindu, Ny Telda (47), Rabu (22/8).

Ia menuturkan, sejak terjadi gempa bumi, mereka tidak bisa pergi melihat keadaan orang tua dan keluarga lainnya di sana.

Selasa, 21 Agustus 2012

Korban Gempa Sigi Butuh Beras dan Terpal

Korban gempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah memerlukan bantuan beras dan terpal. Suplai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi masih terbatas.

"Bantuan tenda dari masyarakat belum ada yang masuk ke Posko Utama. Kami sendiri baru menyalurkan sekitar 40 lembar terpal," kata Kepala Seksi Logistik BPBD setempat, Zakir, di Sigi, Rabu (22/8).

Warga memerlukan ratusan terpal sebagai tenda darurat di depan rumah mereka. Sebab gempa susulan berskala kecil masih terus terjadi di tiga kecamatan di Sigi, yakni Kulawi, Gumbasa, dan Lindu.