#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Minggu, 12 Desember 2010

Sibalaya Utara : Berbagi Cerita Masalah Pengelolaan Sumberdaya Alam Dalam Masyarakat Adat Di Kabupaten Sigi

Kira - kira empat puluh menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat, kita telah tiba desa Sibalaya Utara dengan jarak tempuh kurang lebih 30 km dari kota Palu, ibu kota propinsi Sulawesi Tengah.


Belasan mimik wajah tersenyum penuh harapan, telah menunggu di bantaya ( rumah adat dan tempat pertemuan warga ) desa Sibalaya Utara. Setengah jam telah berlalu dari waktu yang telah dijadwalkan oleh teman – teman Perkumpulan Bantaya dalam agenda diskusi kampung dan presentase hasil studi konflik tenurial dalam kawasan hutan di empat desa di kabupaten Sigi. Yakni ; desa Sibowi, desa Sibalaya Utara dikecamatan Tanambulava dan desa Toro, boya Marena desa Bolapapu di kecamatan Kulawi.

Dalam agenda diskusi kampung kali ini, turut pula hadir bapak Andreas Lagimpu dari desa Toro dan bapak Nixen Lumba dari boya Marena desa Bolapapu. Kedua tokoh ini sengaja dihadirkan untuk berbagi pengalaman pengelolaan sumberdaya alam diwilayah mereka masing – masing, khususnya pada manajemen pengelolaan wilayah hutan dalam perspektif adat dan sebundel kearifan lokal. Kehadiran kedua tokoh ini, mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat Sibalaya Utara sebab sebagian dari mereka ( masyarakat Sibalaya Utara ) telah mengenal bahkan sudah pernah mengunjungi desa Toro maupun boya Marena. Di antara tokoh masyarakat Sibalaya Utara, turut juga hadir bapak Andi Muhammad Kasim Radjalangi, SE, salah seorang Anggota Dewan Kabupaten Sigi bidang pemerintahan yang sebelumnya merupakan mantan kepala Desa Sibalaya Utara.

Diskusi berjalan dua jam setengah lamanya membicarakan beberapa hal aspek penting antara lain ; aspek historis, aspek geografis, aspek sosial kultural dan sejumlah permasalahan yang dihadapi komunitas. Di penghujung diskusi masyarakat desa Sibalaya Utara merencanakan beberapa agenda diskusi lanjutan sebagai bentuk implementasi dari hasil diskusi serta berharap akan ada pembagian peran dalam mewujudkan kedaulatan masyarakat adat dalam pengelolaan sumberdaya alam diwilayah adatnya sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar