#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Sabtu, 23 Juni 2012

Petani Kakao Demo Gubernur Sulbar

awam green
Ribuan petani kakao Mamuju berunjuk rasa di kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 21 Juni. Mereka menuntut Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, menepati janjinya menyalurkan pupuk program gerakan nasional (Gernas) Kakao.

Ribuan petani yang dominan berasal dari luar kota itu berkumpul di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Mamuju, tepat di depan Bank Mega. Mereka terlebih dahulu menggelar orasi di tempat itu. Akibatnya, jalan itu ditutup untuk sementara.

Saat berada di daerah tersebut, sempat terjadi ketegangan. Seorang karyawan Bank Mega merasa keberatan para petani berada di pekarangan kantor mereka. Hal itu membuat sejumlah petani tersulut emosinya. Untung saja aparat keamanan dengan sigap mengamankan situasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah berorasi selama 30 menit, massa lalu bergeser ke kantor gubernur. Dengan menggunakan truk dan sepeda motor, para petani terus meneriakkan rasa kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan Anwar Adnan Saleh. Bahkan mereka membawa spanduk dengan tulisan "Pupuk Tidak Turun, Gubernur Harus Turun".

Aksi petani kakao ini memang dipicu karena, pupuk yang dijanjikan oleh Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh hingga saat ini belum juga didistribusikan. Pupuk yang dimaksud para petani adalah pupuk yang akan digunakan untuk program Gernas Kakao.

Para petani ingin menemui Anwar dan mempertanyakan masalah tersebut. Namun keinginan mereka tidak tercapai karena Anwar sedang tidak berada di Mamuju. Anwar sedang berada di Amerika menghadiri pertemuan tentang kakao dimana dia merupakan salah seorang pembicara.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin sebenarnya bersedia menemui para petani. Dia bahkan sudah berada di depan para petani. Namun, petani menolak berdialog karena mereka menganggap sekprov bukan sebagai pengambil kebijakan.

"Gubernur saja yang berjanji ke petani tidak ditepati. Apalagi kalau cuma sekprov. Kami ini berperan memenangkan Anwar untuk kembali menjadi gubernur, namun janji-janji politiknya tidak ditepati," sesal koordinator aksi, Mas'ud.

Menurut Mas'ud, pupuk gernas kakao 2012 sudah sangat dibutuhkan para petani kakao dalam membudidayakan tanaman kakao. Dia mengatakan, seharusnya pupuk tersebut sudah tersalurkan pada April atau paling lambat Mei.

"Yang terjadi di lapangan, tanaman kakao para petani terancam tidak bisa berproduksi maksimal akibat tidak adanya dan langkanya pasokan pupuk yang disalurkan tiap-tiap kelompok tani," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggaran pengadaan pupuk untuk 2012 ini sebesar Rp37,5 miliar. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Mukhtar Belo mengakui belum tersalurkannya pupuk hingga saat ini. Namun dia mengatakan kalau pupuk yang dimaksud sudah ada di perjalanan dan segera disalurkan ke kabupaten-kabupaten.

"Dari empat tahun pelaksanaan gernas, tahun ini yang paling cepat. Tahun-tahun sebelumnya itu tender pupuknya terlambat. Sebenarnya, April baru tender, beruntung tendernya pun tidak ada masalah," terang Mukhtar sembari mengatakan akhir Juni ini pupuk sudah bisa disalurkan. (far/ars)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar