#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Senin, 18 Juni 2012

Ratusan Petani Geruduk Istana Tolak Pembangunan PLTU di Batang

awam green,

Ratusan petani dari lima desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berdemo di depan Istana Merdeka. Mereka menolak pembangunan PLTU yang memakan lahan pertanian dan desa mereka.

"Dari desa Karanggeneng, Ujungnegoro, Pomowareng, Roban dan Wonokerso kabupaten Batang. Kami menolak rencana pembangunan PLTU," ujar salah seorang masa aksi, Mustaqim, kepada detikcom, di depan istana negara, Jl. Merdeka Utara, Jakarta, Senin, (18/6/2012).

Menurutnya, rencana pembangunan itu memakan lahan pertanian dan sebagian tanah desa. Meskipun akan mendapat ganti rugi, namun mereka menolak jika harus kehilangan lahan pertanian mereka.

"Itu mega proyek pembangunan PLTU terbesar di Asia Tenggara. Sekarang masih tahap pembebasan lahan," tuturnya.

Selain terancam mata pencariannya, penolakan warga itu juga disebabkan karena lokasi rencana pembangunan PLTU berada di kawasan konservasi.

"Kita datang pakai 21 bis dari Jawa Tengah, sebelumnya sudah demo di DPRD di sana. 
Kalau tetap dibangun, ya kita terus usaha untuk menolak," jelas Mustaqim.

Pantauan detikcom, demo itu berlangsung dari pukul 10.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Masa aksi yang sebagian besar petani berdemo mengenakan topi petani bertuliskan "Tolak PLTU, lahan kami sumber ekonomi kami".

Demonstrasi berlangsung aman dan tertib. Sementara 100 aparat polisi mengamankan 
demo itu. Usai demo, masa aksi bergerak kembali ke masjid Istiqlal tempat bis mereka berada.

Muhammad Iqbal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar