#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Minggu, 19 Agustus 2012

3 Korban Gempa di Sigi Dirujuk ke Palu

Tiga korban luka parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 SR di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/8/2012) petang, dirujuk ke RSUD Undata Palu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Resmin Rase, mengatakan ketiga korban tidak bisa ditangani di Puskesmas di Sigi, apalagi kabupaten ini belum memiliki rumah sakit.

Ketiga korban itu masih anak-anak yang berusia lima bulan, tujuh tahun dan delapan tahun. Mereka mengalami luka karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Sebelumnya dilaporkan, seorang warga Kecamatan Kulawi bernama Ronal (9 tahun) meninggal dunia karena tertimpa runtuhan rumah. Resmin mengatakan, selain itu terdapat belasan korban luka ringan dan sudah mendapat pertolongan.

Gempa yang terjadi pada pukul 17.41 WITA berlokasi di 1,21 Lintang Selatan dan 120,08 Bujur Timur itu dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Morowali yang berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat gempa. Gempa berkedalaman 10 kilometer itu juga tidak berpotensi tsunami.

Resmin mengatakan, saat ini ratusan warga yang rumahnya rusak masih diungsikan di tanah lapang dan sejumlah bangunan yang tidak rusak. Para pengungsi sudah ditempatkan ke dalam tenda dan mendapatkan bantuan makanan.

Saat ini daerah yang mengalami kerusakan parah berada di Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Kulawi.

Lokasi gempa berjarak sekitar 70 km dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak 30 rumah dilaporkan rusak berat dan sekitar 70 rumah rusak ringan. Gempa tersebut juga menyebabkan tanah longsor di sejumlah desa karena sebelumnya daerah itu diguyur hujan.

Sumber : ANT
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo 
www.kompas.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar