#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Kamis, 04 April 2013

KURUN EMPAT BULAN TERAKHIR Sigi Jadi Langganan Banjir Bandang

http://www.harianmercusuar.com - Kurun empat bulan terakhir periode tahun 2013 ini, Kabupaten Sigi terus jadi langganan banjir bandang. Sesuai catatan redaksi, empat kasus banjir bandang telah menghantam daerah ini di lokasi berbeda. Penyebabnya, sungai meluap dan airnya masuk ke lahan persawahan petani serta merendam perkampungan warga.

.
Oleh: SANAJI/LKBN ANTARA

Banjir bandang pertama menghantam tiga desa di Kecamatan Dolo Barat pada Senin (31/12) pukul 14.00 siang. Tiga desa tersebut adalah Desa Pewunu, Sibonu dan Desa Kalukutinggu.
Informasi yang diterima redaksi, penyebab banjir adalah air yang berasal dari pegunungan lalu melewati sungai mati. Dari sungai mati tersebut air masuk ke perkampungan warga. Bencana banjir itu mengakibatkan tiga rumah di Desa Pewunu terendam air dan satu rumah di Desa Sibonu, serta satu rumah rusak berat di Desa Kalukutinggu.
Selanjutnya, banjir bandang kedua menghantam delapan hektar sawah siap panen dan satu rumah milik masyarakat yang berada di bantaran Sungai Ombi di Desa Balongga Kecamatan Dolo Selatan pada Minggu (10/2) pukul 23.00 malam. Banjir ini menghantam delapan hektar sawah siap panen dan satu rumah milik masyarakat yang berada dibantaran Sungai Ombi di Desa Balongga Kecamatan Dolo Selatan.

Dilaporkan, penyebab banjir bandang ini akibat curah hujan tinggi di daerah tersebut, sehingga Sungai Ombi yang berada di wilayah tersebut tidak mampu menampung debit air lalu meluap ke sawah dan perkampungan warga.

Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Sigi yang merendam sawah siap panen. Banjir juga merendam 15 rumah milik warga di Dusun 4 Desa Sambo Kecamatan Dolo Selatan. Kejadiannya pada hari Kamis (21/2), sekira pukul 10.00 pagi. Penyebabnya, sama dengan kejadian banjir bandang sebelumnya. Yakni, luapan air sungai yang tak mampu lagi menampung debit air akibat curah hujan yang cukup tinggi di daerah itu. Tinggi air yang merendam perkampungan sekira 1,5 meter, dimana 15 rumah yang terendam banjir dihuni 62 jiwa.

Masyarakat yang rumahnya terendam air, untuk sementara tinggal di dalam tenda. Banjir kembali melanda di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada Senin (1/4) malam, menyusul hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Puluhan hektare sawah di Kecamatan Palolo terendam sehingga petani mengalami kerugian.

Huber Supari (53), salah seorang petani di Desa Lembantonga, Kecamatan Palolo, Rabu (3/4), membenarkan bencana banjir itu terjadi pada Senin (1/4) menyusul hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Ia mengatakan kebanyakan areal persawahan petani yang diterjang banjir padi baru berumur lebih satu bulan. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Palolo menyebabkan sungai yang ada di Desa Lembantongoa meluap dan airnya masuk ke lahan persawahaan petani.

Namun dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa kecuali kerugian material yang mencapai jutaan rupiah. Selain menerjang areal sawah, banjir juga melanda lahan perkebunan kakao dan kopi. 


Desa Lembantonga merupakan salah satu desa di Kecamatan Palolo penghasil kakao dan kopi. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di sana adalah petani kakao dan kopi. Dan sebagian lagi, petani penggarap sawah. Hingga berita ini diturunkan, hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu Acshadi SR mengatakan ada sejumlah wilayah di Sulteng selama sepekan ini diguyur hujan ringan sampai lebat.

Hujan lebat berpeluang besar mengguyur beberapa kabupaten, termasuk Sigi sehingga rawan terjadinya bencana alam tanah longsor dan banjir. Karena itu, masyarakat yang tinggal di perbukitan maupun dekat aliran sungai diminta agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
 
Dari sejumlah kejadian tersebut, sudah dapat dideteksi bahwa untuk mengantisipasi kejadian serupa terus berlanjut, pemerintah Kabupaten Sigi harus segera melakukan normalisasi sungai. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar