#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Rabu, 13 Juni 2012

Sekolah (Pura-pura) Gratis

awam green

Oleh : Novyana Handayani

Siapa tak senang dengan kata-kata gratis. Apapun yang gratis, bisa habis dalam sekejab mata. Apalagi asekaolah gratis. Alangkah indahnya, enam tahun sekolah dasar dan tiga tahun di menengah pertama, ditempuh tanpa mengeluarkan materi.

Tak perlu bayar uang BP3 atau apapun namanya. Tak perlu beli buku, karena buku online tersedia. Apalagi ada dana BOS, dari pemerintah pusat. Tapi siapa sangka, gratis selalu sesuai dengan persyaratan. Gratis tersebut tidak termasuk uang seragam yang harus dibayar di awal penerimaan siswa baru (PSB).



Dua Petani Jahit Mulut, Ambruk

Awam Green

Mei Leandha | Glori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Dua petani yang melakukan aksi menjahit mulut, Norman Sidabutar (37) dan H Silitonga (32), pingsan. Mereka dibopong rekan-rekannya menuju Rumah Sakit Islam Malahayati di Jalan Diponegoro Medan, tak jauh dari tempat aksi. Kemudian, Risma boru Nainggolan (37), peserta mogok makan juga ikut pingsan, ketiganya saat ini kondisinya dalam keadaan kritis.

Irfan Fadila Mawi, Kepala Divisi SDA LBH Medan yang dihubungi membenarkan kejadian ini. Saat ditanya apakah untuk peserta aksi jahit mulut yang pingsan akan dilakukan pembukaan jahitan, mereka menyatakan belum bisa memastikan. "Saya belum bisa pastikan tapi sepertinya mereka tidak mau. Mereka masih bertahan," kata Irfan, Rabu (13/6/2012).