awam green
Prof. Dr.
Bustanul Arifin, Guru Besar UNILA, Professorial Fellow di InterCAFE dan MB-IPB
Metro
Kolom - Ekonomi gula kembai menyita perhatian publik setelah muncul sinyalemen
dari Pemerintah sendiri bahwa target swasembada gula sebesar 5,7 juta ton pada
tahun 2014 akan sulit tercapai. Apakah hal ini merupakan indikasi untuk
merevisi target swasembada gula seperti pada era Kabinet Indonesia Bersatu
(KIB) Jilid Pertama ataukah merupakan upaya serius untuk mengejar target
swasembada tersebut? Hanya waktulah yang akan menjawabnya.
Para analis sebenarnya amat paham bahwa target swasembada gula 2014 itu sulit tercapai melihat persoalan di hulu usahatani dan hilir industri serta langgam administrasi birokrasi pemerintahan saat ini. Masyarakat awam pun cukup skeptis terhadap rekam jejak prestasi dan kapasitas pemerintah untuk sekadar memenuhi janji-janji politik yang dicanangkannya sendiri pada saat Pemilihan Umum.
Para analis sebenarnya amat paham bahwa target swasembada gula 2014 itu sulit tercapai melihat persoalan di hulu usahatani dan hilir industri serta langgam administrasi birokrasi pemerintahan saat ini. Masyarakat awam pun cukup skeptis terhadap rekam jejak prestasi dan kapasitas pemerintah untuk sekadar memenuhi janji-janji politik yang dicanangkannya sendiri pada saat Pemilihan Umum.