#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Senin, 18 Juni 2012

Desa Bergerak Menuju Kehancuran Pangan

awam green

Oleh : Syahrun Latjupa
 
Tak bisa membayangkan jika suatu saat petani di desa harus membeli semua kebutuhan pokoknya. Paling tidak ada tiga (3) hal kebutuhan yang mendasar bagi keberlanjutan kehidupan manusia yakni sandang, papan dan pangan. Dari tiga (3) kebutuhan tersebut, kebutuhan pangan-lah yang sama sekali tidak bisa tertunda.

Di Sulawesi Tengah, paling tidak dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, tanaman komoditi terus mendominasi lahan dan pekarangan petani di desa.  Lahan – lahan yang dahulu ditanamani tanaman berupa jagung, ubi serta padi ladang mulai banyak beralih fungsi  untuk ditanami tanaman – tanaman komoditi.

DPRD Sumut Diserbu Ratusan Petani

awam green

Ratusan petani mendatangi Gedung DPRD Sumatra Utara (Sumut) di Medan, Senin (18/6). Mereka menggelar unjuk rasa untuk mendukung rekan-rekan mereka yang selama 13 hari melakukan aksi mogok makan, dan jahit mulut.

Aksi solidaritas ini sempat memanas. Sebab, sejumlah petani berorasi secara bergantian, sambil histeris dan memaki-maki anggota dewan yang dinilai tidak mempedulikan aspirasi petani.