awam green
Petani yang tergabung dalam Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah atau
SPPQT menuntut pemerintah untuk mewujudkan reforma agraria dan melindungi
petani dari serbuan produk pertanian impor. Untuk itu, kelembagaan petani akan
diperkuat agar terus memperjuangkan kesejahteraan mereka.
Ruth Murtiasih, Ketua SPPQT yang baru terpilih dalam Kongres IV SPPQT,
mengatakan hal itu di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (18/5). Menurut Ruth,
perjuangan petani yang akan terus diupayakan adalah mewujudkan reforma agraria
yang hingga kini belum terwujud.
”Akses petani terhadap lahan pertanian masih sangat minim. Dari 16.000
anggota kami, 50 persen di antaranya tak memiliki lahan. Mereka adalah para
buruh tani, serta yang bekerja serabutan,” kata Ruth.

