#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Rabu, 20 Juni 2012

Petani Tuntut Reforma Agraria dan Tolak Impor

awam green

Petani yang tergabung dalam Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah atau SPPQT menuntut pemerintah untuk mewujudkan reforma agraria dan melindungi petani dari serbuan produk pertanian impor. Untuk itu, kelembagaan petani akan diperkuat agar terus memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Ruth Murtiasih, Ketua SPPQT yang baru terpilih dalam Kongres IV SPPQT, mengatakan hal itu di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (18/5). Menurut Ruth, perjuangan petani yang akan terus diupayakan adalah mewujudkan reforma agraria yang hingga kini belum terwujud.

”Akses petani terhadap lahan pertanian masih sangat minim. Dari 16.000 anggota kami, 50 persen di antaranya tak memiliki lahan. Mereka adalah para buruh tani, serta yang bekerja serabutan,” kata Ruth.

Sudah 101 Konflik Agraria Tahun Ini

awam green


Konflik agraria seakan tak pernah berakhir. Bahkan tiap tahun terus mengalami peningkatan tajam.

Setiap konflik, selalu disertai pelanggaran HAM, baik yang dilakukan aparat keamanan yang diturunkan ke areal konflik agraria maupun perusahaan perkebunan, kehutanan, pertambangan dalam proses merampas hak atas kepemilikan tanah petani.

"Sejak Januari - Juni 2012, kami mencatat sedikitnya ada 101 konflik agraria dengan luasan areal yang diperebutkan 377.159 hektare dengan korban lebih 25 ribu keluarga petani," Sidik Suhada, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN REPDEM) bidang penggalangan tani.