awam green,
DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menilai, sejumlah program pertanian yang
dicanangkan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin, Limpo gagal dan
tidak menguntungkan petani di beberapa daerah di Sulsel.
Hal itu ditegaskan anggota DPRD Provinsi Sulsel, Muchtar Tompo, di Makassar, Rabu (9/5). Ia menuding Pemerintah Provinsi Sulsel telah gagal mengelola manajemen sistem pertanian.
Menurut legislator Partai Hanura ini, sebanyak 113 penghargaan nasional yang diraih Pemprov Sulsel sama sekali tidak mempunyai efek dan mendukung petani. Dia melihat propaganda target dua juta ton beras serta 1,5 juta ton jagung di Sulsel hanya program seremoni.
"Salah satu faktor utama adalah masalah pupuk di petani. Mahalnya pupuk hingga Rp150 ribu per-zak sehingga petani terlilit utang dan tidak adanya kepedulian Pemerintah Provinsi terhadap masalah ini adalah kegagalan pemerintah," ungkapnya.
Hal itu ditegaskan anggota DPRD Provinsi Sulsel, Muchtar Tompo, di Makassar, Rabu (9/5). Ia menuding Pemerintah Provinsi Sulsel telah gagal mengelola manajemen sistem pertanian.
Menurut legislator Partai Hanura ini, sebanyak 113 penghargaan nasional yang diraih Pemprov Sulsel sama sekali tidak mempunyai efek dan mendukung petani. Dia melihat propaganda target dua juta ton beras serta 1,5 juta ton jagung di Sulsel hanya program seremoni.
"Salah satu faktor utama adalah masalah pupuk di petani. Mahalnya pupuk hingga Rp150 ribu per-zak sehingga petani terlilit utang dan tidak adanya kepedulian Pemerintah Provinsi terhadap masalah ini adalah kegagalan pemerintah," ungkapnya.

