#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Rabu, 27 Juni 2012

Kronologi Penangkapan Tiga Oknum Suap Buol Sulteng

awam green,
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto mengungkapkan jika tim KPK kembali menangkap 3 orang yang diduga sebagai pemberi suap dalam kasus tersangka A di Kabupaten Boul, Sulawesi Tengah.

Suap diduga terkait penerbitan hak tertentu yang terjadi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Adapun pihak yang ditangkap oleh KPK, kata Bambang berinisial GS. dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua orang yang diamankan lagi yakni D dan S.

"GS dan D dan S diduga bersama-sama A diduga sebagai pemberi suap," kata Bambang di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (27/6/2012) malam.

Lebih lanjut, Bambang menerangkan suap yang dilakukan untuk penerbitan hak tertentu yang diduga memiliki nominal miliaran rupiah.

KTT Rio+20 Dinilai tidak Berpihak pada Petani

awam green,
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rio+20 tentang pembangunan berkelanjutan di Rio De Jeneiro, Brasil, 20-22 Juni lalu, dinilai tidak berpihak pada kemandirian petani.

Karena itu, petani diminta tidak bergantung pada negara dan kebijakan dunia menuju kedaulatan pangan di tingkat lokal.


Hal itu menjadi salah satu pokok bahasan ratusan petani organik Sumatra Barat dalam diskusi hari ketiga pada Galanggang Alam Pertanian Organik (GAPO) II di Istana Rakyat Selaras Alam, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Rabu (27/6).

Pengamat pertanian Nugroho Wienarto mengungkapkan KTT Rio+20 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memberi solusi bagi persoalan yang dihadapi petani.