#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Jumat, 20 Juli 2012

Gubernur Sulteng Desak Penghentian Tambang Emas di Donggala

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longky Djanggola mendesak PT Cahaya Manuggal Abadi (CMA) di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, untuk menghentikan aktivitas penambangan.

Desakan penghentian operasional tambang emas itu disampaikan guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan material yang lebih besar. "Saya mendesak penghentian aktivitas PT CMA untuk menghindari akses yang lebih besar. Semua pihak harus bisa menahan diri," kata Longky di Palu, Jumat (2/7) siang.

Ia juga menyesalkan jatuhnya satu korban jiwa akibat bentrokan antara warga yang menolak operasional tambang emas itu dengan aparat keamanan.

Warga Balaesang Diimbau Kembali ke Rumah

Warga Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, diimbau keluar dari persembunyiannya di hutan dan segera kembali ke rumah masing-masing untuk menyambut bulan Ramadhan pascaamuk massa di wilayah itu.

Wakil Ketua Komnas HAM RI Ridha Saleh di Palu, Jumat, setelah berkunjung ke Balaesang Tanjung mengatakan, Polri telah menjamin keselamatan warga untuk kembali ke masing-masing desa. Hingga Jumat sore sebagian masyarakat di Desa Malei dan Kamonji diduga masih bersembunyi di hutan karena dua desa tersebut masih lengang dari aktivitas kemasyarakatan.