Wanggudu, Dampak negatif dari aktivitas pertambangan bena-benar kini telah dirasakan penduduk Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe, Konawe Utara (Konut). Akibat lonsor dari salah satu areal perusahaan pertambangan, akhir pekan lalu, desa itu terancam tenggelam dalam kurun lima tahun kedepan. "Penduduk di desa ini harus segera direlokasi sebelum memakan korban jiwa," ujar Hj Jamila, anggota DPRD Konut dari desa Tapunggaya, akhir pekan lalu.
Dikatakannya, perusahaan harus bertanggungjawab terhadap bencana alam yang akan menimpa desa tersebut. "Ini tidak bisa dibiarkan. Perusahaan harus bekerjasama dengan Pemkab mencari lokasi pemukiman bagi warga yang tinggal di aeral pertambangan. Sekarang ini sudah mulai longsor dan beberapa rumah tertimpa longsoran. Dan pada saat banjir bandang beberapa waktu lalu desa ini juga ikut tergenang banjir,” ujarnya.
Menurut Hj. Jamila, akses menuju desa itu sampai saat ini masih sangat sulit dilalui. Ini dikarenakan jalan ditempat ini semakin parah karena merupakan jalan tanah.
Dikatakannya, perusahaan harus bertanggungjawab terhadap bencana alam yang akan menimpa desa tersebut. "Ini tidak bisa dibiarkan. Perusahaan harus bekerjasama dengan Pemkab mencari lokasi pemukiman bagi warga yang tinggal di aeral pertambangan. Sekarang ini sudah mulai longsor dan beberapa rumah tertimpa longsoran. Dan pada saat banjir bandang beberapa waktu lalu desa ini juga ikut tergenang banjir,” ujarnya.
Menurut Hj. Jamila, akses menuju desa itu sampai saat ini masih sangat sulit dilalui. Ini dikarenakan jalan ditempat ini semakin parah karena merupakan jalan tanah.
