Selain dua orang tewas, sejumlah penambang juga dilaporkan hilang karena berada di sekitar Sungai Poboya.
Dua penambang emas tradisional di Poboya, Kota Palu, Minggu, ditemukan tewas di Sungai Poboya akibat terseret banjir bandang yang terjadi pada semalam.
Selain dua orang tewas, sejumlah penambang juga dilaporkan hilang karena berada di sekitar Sungai Poboya.
Banjir bandang di Sulawesi Tengah tidak hanya terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, tapi juga melanda Kota Palu. "Sungai Poboya di Kota Palu meluap dan tanggul sungai jebol sepanjang 200 meter," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilis yang diterima Tempo, Minggu, 26 Agustus 2012.
Banjir banding yang melanda Kota Palu terjadi Sabtu, 25 Agustus 2012 pukul 22.00. Dua orang dikabarkan meninggal dunia dan dua orang lainnya dinyatakan hilang. "Korban tewas dan hilang berprofesi sebagai penambang emas," ujar Sutopo menjelaskan.