#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sepenggal Kisah Dari Pinembani: To Pakava, Orang-orang Yang Terlupakan


Oleh: Ewin Laudjeng

Mau Koe Kodi Bulu Siora,
(Meskipun Kecil Gunung Siora)
Ne Nuepe Kanja Rede Kadana,
(Jangan Kau Peduli Tubuhnya Yang Pendek)
Njisi Ri Vana, Nalabu Savana
(Meresap ke Rimba, Karamlah Sevanah)
Njisi Ri Lemba, Nalabu Salemba,
(Meresap ke Lembah, Karamlah Selembah)
Njumampipi Vana Manggasuvia
(Sekeliling Rimba memberi Penghormatan)

Alkisah, seorang lelaki bertubuh pendek datang dari pegunungan. Dia bermaksud meminang seorang puteri bangsawan di Lembah Palu, Sulawesi Tengah. Sang puteri bangsawan dan keluarganya tak berkenan menerimanya. Tapi, ketika lelaki itu melantunkan  syair di atas, dengan serta merta Sang puteri dan keluarganya menerima lelaki itu dengan penuh penghormatan.

Senin, 01 Oktober 2012

Jalan Jono Oge- Langaleso Ditanami Pisang

awam green,
radarsulteng.co.id, Poros jalan yang menghubungkan Desa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru menuju Desa Langaleso Kecamatan Dolo, Minggu kemarin (30/9) ditanami pohon pisang oleh warga setempat. Pemicu aksi ini lantaran jalan rusak sepanjang dua kilometer lebih itu tak kunjung diperbaiki. Aspal di sepanjang badan jalan banyak yang berlubang.


Tak hanya itu, sepanjang jalan juga dihalangi dengan pepohonan dan rerumputan. Sore kemarin, poros jalan yang menghubungkan dua desa jadi kebun pisang dadakan. Pohon pisang ditanami warga bervariasi, ada bahkan pohon pisang yang sudah hampir berbuah dengan ukuran batang yang lumayan besar.


Salah satu warga, Rosmina, mengaku aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya respons yang jelas dari pemerintah daerah Sigi terkait keluhan warga soal pemerataan pembangunan jalan. Rosmina mengakui selama ini poros jalan tersebut telah banyak terjadi kecelakaan. Sudah dua tahun terakhir kerusakan jalan tak kunjung diperhatikan.