#menu { background: #333; float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } #menu li { float: left; font: 67.5% "Lucida Sans Unicode", "Bitstream Vera Sans", "Trebuchet Unicode MS", "Lucida Grande", Verdana, Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 0; } #menu a { background: #333 url("http://i47.tinypic.com/n1bj0j.jpg") bottom right no-repeat; color: #ccc; display: block; float: left; margin: 0; padding: 8px 12px; text-decoration: none; } #menu a:hover { background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/2vjbz4g.jpg") bottom center no-repeat; color: #fff; padding-bottom: 8px;

Senin, 06 Mei 2024

PENGALAMAN ORGANISASI

  1. Program Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat-obatan di Taman Nasional Lore Lindu. ( Program kerjasama AWAM GREEN - NRM/EPIQ, Januari s/d Oktober 2000 );
  2. Advokasi Permasalahan Masyarakat Desa Lempe Kec. Lore Tengah dengan PT. Bina Baru. (Program Swadaya AWAM GREEN Juni – Agustus 2000);
  3. Study Ekologi dan Monitoring Kesehatan Hutan di Gunung Ogoamas Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala (Program kerjasama AWAM GREEN – TNC, September 2000 );
  4. Resolusi Konflik Batas Wilayah  Adat di Desa Tuva Kec. Sigi Biromaru. (Program Swadaya AWAM GREEN Januari 2001);
  5. Advokasi, Penataan Sistem Kepemilikan Dan Pengolahan Tanah, Serta Tata Ruang Wilayah di Desa Sungku, Marena Dan Makuhi, Kecamatan Kulawi, Kab. Sigi/dahulu Kab. Donggala. (Program Swadaya AWAM GREEN Mei 2001 s/d sekarang);
  6. Program PSDA Melalui Pengembangan Dan  Pemanfaatan Potensi Tumbuhan Obat Serta Revitalisasi Posisi Pengobat Tradisional. Desa Pakuli Kec. Gumbasa Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah (Program kerjasama AWAM GREEN - CARE Int Indonesia Central Sulawesi, 2002 – 2004);
  7. Program Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya dan Industri Pengelolaan Kedelai ( Program Kerjasama AWAM GREEN – Yayasan Pemulihan Keberdayaan Masyarakat, November 2001 s/d Februari 2002 di Desa Lempe Kec. Lore Tengah Kab. Poso );
  8. Program Pelestarian  Hutan  Moonson Berbasis Masyarakat  Di Taman Nasional Lore Lindu, Propinsi Sulawesi Tengah (Program Kerjasama AWAM GREEN – GEF/SGP Januari 2002 s/d Juni 2004 );
  9. Program Pelestarian  Hutan  Moonson Berbasis Masyarakat  Di Taman Nasional Lore Lindu, Propinsi Sulawesi Tengah (Program Kerjasama AWAM GREEN – GEF/SGP Januari 2002 s/d Juni 2004 );
  10. Program Revitalisasi Sistem Sosial Dan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat, Desa Oo Parese Dusun Marena Kab. Sigi Propinsi Sulawesi Tengah ( Program Kerjasama AWAM GREEN – Yayasan Kemala tahun 2004 s/d 2005 );
  11. Program Pendidikan dan pelatihan Perdamaian Dalam Upaya Pencegahan Konflik Warga Kecamatan Palu Selatan. ( Program Kerjasama AWAM GREEN-PMU PTD Kota Palu-UNDP dan Pemerintah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah 2008 );
  12. Program Pengembangan Mekanisme Pengelolaan Sampah Perkotaan. ( Program Kerjasama AWAM GREEN-PMU PTD Kota Palu-UNDP dan Pemerintah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah 2008 );
  13. Program Upaya Penyelesaian Konflik Pengelolaan Sumberdaya Laut Berbasis Komunitas Di Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. ( Program kerjasama  AWAM GREEN - PTD - UNDP – Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah 2009 );
  14. Program Pembuatan Film Dokumenter “Ibu Ramlah, Figur Perempuan dari Desa Porame dan Peranannya dalam Upaya Pembangunan Perdamaian” ( Program kerjasama  AWAM GREEN - PTDDA - UNDP – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2015 );
  15. Program Pembangunan Perdamaian dan Upaya Pencegahan Konflik Melalui Pemberdayaan Ekonomi Perempuan “Pengembangan Usaha Ekonomi Virgin Coconut Oil”di Desa Porame Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. ( Program kerjasama  AWAM GREEN - PTDDA - UNDP – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2015 );
  16. Program Riset Identifikasi Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. ( Program Kerjasama AWAM GREEN dan Epistema Institut Jakarta 2015).
  17. Program ”Participatory Land Use Planing Forest Program III Sulawesi” di 11 Desa Kab. Poso dan Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Lariang (Perkumpulan Imunitas, Karsa dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, 2018;
  18. Program ”Participatory Land Use Planing Forest Program III Sulawesi” di 11 Desa Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Lariang (Perkumpulan Imunitas, Karsa dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2020;
  19. Program “Participatory Land Use Planing Forest Program III Sulawesi” di Desa Watukilo Kec. Kulawi Selatan Kab. Sigi. Program kerjasama antara Perkumpulan Awam Green Indonesia dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2022;
  20. Program ”Pendampingan Pasca Izin Perhutanan Sosial” di 4 Desa Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Siklus (Perkumpulan Imunitas, Karsa dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2020-2022;
  21. Program ”Pendampingan Pasca Izin Perhutanan Sosial” di 2 Desa Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Naravanjaka (Perkumpulan Imunitas dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2021-2022.

TENTANG AWAM GREEN INDONESIA

Organisasi ini adalah Organisasi Non Pemerintah yang terbentuk pada tanggal 11 Mei 1995 di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dengan nama Awam Green. Awal pembentukan Awam Green merupakan sebuah organisasi yang ruang lingkup pergerakannya berkonsentrasi dalam aktifitas petualangan alam bebas dan pemerhati lingkungan

Dalam proses perkembangannya, di internal  Awam Green telah terjadi perubahan dinamika pola pemikiran serta kepedulian terhadap masyarakat dengan mulai melakukan aktifitas peningkatan Sumber Daya Manusia, riset, pendokumentasian, penguatan ekonomi, upaya pembangunan perdamaian, penanggulangan bencana, dan pembelaan terhadap hak-hak masyarakat yang termarjinalkan serta aktifitas-aktifitas lainnya yang sangat mendukung dan berguna bagi masyarakat. Demi menunjang efektifitas aktifitas organisasi dan memperluas akses, pada tanggal 30 April 2021 nama Awam Green berubah nama menjadi Awam Green Indonesia dengan status Perkumpulan sesuai Akta Nomor  05  Tanggal  30  April 2021 dan terdaftar pada Kementerian Hukum dan HAM dengan Nomor AHU 0006725.AH.01.07 Tahun 2021 Tangga1 02 Juni 2021 serta pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Nomor : 220/3311/BID. IV BKBPD/2021 tanggal 18 Agustus 2021.

Rabu, 01 Desember 2021

FUN CLIMBING SPIDER KID'S
[27 November 2021]

FCSK 2021 (Fun Climbing Spider Kid's) Merupakan kegiatan Awam Green Indoesia dalam mengenalkan dan membentuk kecintaan kader-kader cilik dalam dunia panjat tebing.

Semoga kedepannya semakin banyak lagi kegiatan serupa yang bisa kami laksanakan dalam mengenalkan dunia panjat tebing pada masyarakat.
#awamgreen
#awamgreenindonesia
#kaumawam
#FCSK2021
#panjat tebing

Selasa, 16 April 2019

PROGRAM AKAR BUKU

Program akar buku adalah sebuah program swadaya organisasi Awam Green Indonesia dimana kami mendonasikan buku bacaan untuk anak-anak usia sekolah dasar khususnya untuk anak-anak yang berada di wilayah dataran tinggi atau pegunungan dengan karakter ketinggian itu antara 1000 sampai 1500 meter diatas permukaan laut sarana dan sarana pendidikan diwilayah ini masih sangat terbatas sehingga akses internet maupun laptop itu masih menjadi barang eksklusif oleh sebab itu buku bacaan itu menjadi satu kebutuhan yang penting untuk dihadapkan dan kami coba mewujudkan itu dengan melakukan program akar buku ini.

Rabu, 15 Juni 2016

Catatan Bencana Gempa Bumi di Sulawesi Tengah


Pada 1 Desember 1927 sekitar pukul 13.37, gempa berkekuatan 6.5 Skala Richter. Gempa ini berasal dari aktifitas tektonik Watusampu berpusat di Teluk Palu. Data BMKG Palu menyebutkan, akibat yang ditimbulkan dari bencana ini sebanyak 14 orang meninggal dunia serta 50 lainnya luka-luka. Gempa ini pula memicu terjadinya tsunami setinggi 15 meter di Teluk Palu. Tangga dermaga Talise (di pantai Teluk Palu) amblas ditelan ombak. 


Pada 30 Januari 1930, terjadi gempa yang menyebabkan tsunami di Pantai Barat Kabupaten  Donggala selama 2 menit setinggi lebih dari 2 meter.


Pada 20 Mei 1938, terjadi gempa berkekuatan 7.6 SR dan Intensitas VIII-IX MMI. Gempa ini mengguncang seluruh Pulau Sulawesi dan sebagian Kalimantan serta memunculkan tsunami di Teluk Tomini. Sebanyak  50 orang  tewas dan 50 orang luka-luka.

Jumat, 10 Juni 2016

Aktivis Lingkungan Panik, Hutan Gunung Lolombulan di Motoling Minsel Kian Gundul

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Aktivis lingkungan yang berada didaerah Motoling panik. Pasalnya pembabatan hutan lindung didaerah Gunung Lolombulan terus terjadi. Hal ini membuat kondisi hutan terancam gundul dan berpotensi menimbulkan bencana. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komunitas Pencinta Alam Bebas (KPAB) Motoling, Vidi Wowor kepada Tribun Manado, Rabu (8/6).

"Kami mendesak pemerintah daerah lewat instansi teknis dalam hal ini Dinas Kehutanan (Dishut) Minahasa Selatan (Minsel) lebih memperketat penjagaan di gunung dan kawasan hutan lindung Lolombulan. Jika terus dibiarkan, maka dapat menyebabkan kondisi alam yang semakin rusak," kata ketua komunitas yang dikenal gencar menyuarakan kelestarian hutan ini.
Keprihatinan tidak hanya dari para komunitas namun juga dari warga setempat. "Melihat kondisi hutan yang terus dibabat menimbulkan keprihatinan bagi kami semua terutama warga setempat," ujarnya.

Menurutnya, Dishut jangan hanya terfokus pada pos-pos penjagaan di pinggir jalan, tapi pada pengawasan Polisi Hutan (Polhut) harus rutin melakukan patroli dan menjaga kawasan gunung Lolombulan.

Kamis, 09 Juni 2016

La Nina di Indonesia, Daerah Ini Bakal Alami Banjir dan Tanah Longsor



Tempo.co - Masyarakat diminta waspada terhadap potensi curah hujan tidak normal pada periode musim kemarau, yaitu Juli, Agustus, dan September 2016.  “Curah hujan tinggi banyak terjadi di beberapa wilayah sehingga berpotensi menimbulkan tanah longsor, bahkan puting beliung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya pada Rabu, 8 Juni 2016.
Wilayah yang terkena dampak curah hujan tak normal itu adalah Sumatera Utara bagian barat, Sumatera Barat bagian barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian barat, dan Kalimantan Utara. Lalu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Sutopo berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan intensif untuk mencegah dampak negatif dari banjir dan tanah longsor tersebut. 

Kronologis Pendaki Asal Swiss Hilang di Gunung Semeru



Tribunnews - Lionel Du Creaux (26), warga negara Swiss yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Semeru, tercatat sebagai pendaki ilegal. ia tak mengurus izin saat menaiki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Lionel dilaporkan hilang oleh rekannya, Alice Guignard, warga negara Prancis pada Selasa (7/6/2016) sore. Mereka bersama-sama mendaki Semeru pada Jumat (3/6/2016) pukul 07.00 WIB dari jalur pendakian Ranupani. 

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie, mengatakan saat di Ranupani dua orang tadi langsung ke lokasi pendakian. Mereka tidak mengurus pemberitahuan atau melapor ke pos. "Tanpa register atau tiket," kata John saat dihubungi SURYA.co.id, Kamis (9/6/2016). Lionel Du Creaux dan Alice Guignard menurut cerita yang diterima John, berpisah di daerah Watu Gede.


Rabu, 10 Februari 2016

Volume Sampah Kota Palu Per/Bulan

Tim Pengelolaan Data LPA. Awam Green, 2016

Jumat, 05 Juni 2015

Riset: 8 juta ton sampah plastik ke laut tiap tahun



Sekitar delapan juta ton sampah plastik beredar di lautan dunia setiap tahun, menurut riset yang dikemukakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS).

Dr Jenna Jembeck, kepala tim ilmuwan dari Universitas Georgia, AS, berupaya mengetahui seberapa banyak sampah plastik yang beredar di lautan dunia dengan mengumpulkan data internasional mengenai populasi, sampah yang dihasilkan, tata kelola sampah, dan kesalahan dalam mengelola sampah.
Dari data-data tersebut, Jembeck dan rekan-rekannya menciptakan beberapa model skenario untuk mengestimasi kemungkinan jumlah plastik yang masuk ke laut.

Untuk tahun 2010, misalnya, jumlah sampah diperkirakan mencapai 4,8 hingga 12,7 juta ton. Batas bawah yang ditetapkan sebesar 4,8 juta ton itu kurang lebih sama dengan jumlah ikan tuna yang ditangkap di seluruh dunia.

Selasa, 03 September 2013

Ratusan Warga Protes Pemerintah

Radar-Sulbar.com - PASANGKAYU — Niat pemerintah untuk menambah fasilitas pendidikan di Matra, tidak selamanya mendapat sambutan warga. Contohnya, rencana pembangunan SMK 7 Pasangkayu.

Tak kurang dari 100 orang warga Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu, mendatangi Gedung DPRD Matra, Senin 2 September. Mereka datang menyampaikan sangat senang ada sekolah dibangun. Tapi yang mereka tentang adalah lokasi pembangunan sekolah terebut yang terletak di samping rumah tahanan (rutan).

Salah satu warga, Zainuddin, mengatakan, penetapan lokasi pembangunan SMK 7 Pasangkayu di samping Rutan Pasangkayu sangat tidak etis. Masyarakat khawatir, letak sekolah yang dekat dengan penjara justru akan memberi dampak negatif bagi perkembangan pelajar.

Senin, 05 Agustus 2013

Areal Perkebunan PT SJA Diklaim Warga

Harianmercusuar.com - Aktifitas perusahaan kepala sawit PT. Sawit Jaya Abadi 2 di Desa Singkona dan Desa Salindu Kecamatan Pamona Tenggara sempat terhambat, menyusul adanya warga yang mengklaim bahwa lahan yang digunakan perusahaan adalah miliknya.

Menariknya, lahan yang diklaim oleh warga tersebut adalah lahan eks HPL (hak pengolahan lahan) Transmigrasi, yang oleh pihak perusahaan sudah mengantongi izin pelepasan dari Kementrian Nakertrans pada akhir tahun 2012 lalu.

Tak tanggung tanggung, luas lahan yang diklaim warga berjumlah ratusan hektar. Bahkan khusus di Desa Salindu, terdapat warga dari keluarga Tindoilo yang mengklaim menguasai sedikitnya hampir tiga ratus hektar lahan eks HPL Transmigrasi.

Minggu, 30 Juni 2013

Dua Nenek Terkucil di Hutan Ini Berharap BLSM

KOMPAS.com - Kanne Baha (95) dan Kanne Kindo (90), dua nenek lansia yang hidup sebatang kara di hutan selama bertahun-tahun ini berharap namanya tercantum sebagai penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Meski nilainya hanya Rp 150.000 per bulan, tapi uang itu sangat berarti bagi mereka.

Kanne Kindo tinggal di sebuah gubuk berukuran 1,5x2 meter di tengah hutan yang jauh dari permukiman penduduk Desa/Kecamatan Luyo, Polewali Mandar. Selama belasan tahun dia tak bisa meninggalkan tempat tidurnya karena lumpuh. Jangankan bekerja menggarap kebun, menyiapkan keperluan seperti membeli beras atau mi instan saja tak bisa dilakukan sendirian.

Kamis, 06 Juni 2013

Pendidikan di Pedalaman Balingara Kab. Banggai-Sulteng

Penulis : Kang Rendra Agusta

Pakowa-Balingara-Obo, 25 April 2013
Pagi ini tas-tas yang lengkap dimasukkan kedalam truk hijau. Truk desa yang terbiasa mengangkut hasil pertanian. Kami berangkat menuju daerah zero signal. Balingara.

52 Kilometer dari ibukota kecamatan ini, perjalanan ke ujung barat kabupaten Banggai. Pantai yang terlihat memanjang, juga tebing-tebing curam di Batu Hitam. Raksasa batu di sisi kiri, begitu kokoh dan angkuh. Gunung Lontio, patahan raksasa yang menyimpan misteri. Puncak JuluTompu. Tanjung Kopinyo yang ramai dengan rumah nelayan dibesut rawa bakau. Hingga tugu bertuliskan “selamat Jalan Kabupaten Banggai”. Tugu yang dilepas dengan patung penari Umapos dan Mangonyop. Batas itu adalah kuala Balingara.

Sabtu, 20 April 2013

SDN PANDERE Empat Bulan Belajar Ditenda

HARIANMERCUSUAR.com - Kurang lebih empat bulan lamanya, tepatnya sejak bulan Desember 2012, siswa SDN Pandere di Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi belajar di tenda dan dibawah pohon.

Guru Kelas IV SDN Pandere, Indriati, Kamis (18/4), mengatakan, siswa yang belajar dibawah tenda adalah mereka yang duduk dibangku kelas IV. Kalau sedang berlangsung aktiftas belajar mengajar, siswa kelas IV sering terganggu dari siswa lainnya yang bermain di sekitar lokasi tenda.


“Siswa kelas IV sebanyak 36 orang, masuk sekolah pukul 7.15 hingga 12.30 Wita, jika musim hujan siswa diliburkan karena pakaian dan buku-buku siswa jadi basah, kadangkala bila hujan berhari-hari maka tempat belajar digenangi air,” sesalnya.

Jumat, 12 April 2013

Hutan Lindung Disetujui Jadi Lokasi Jalan Palu-Parigi

indonesiatimur.co - Menteri Kehutanan RI memberikan persetujuan pinjam pakai kawasan hutan lindung untuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, dengan Kabupaten Parigi Moutong.

Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah, Syaifullah Djafar, di Palu, Kamis (11/4), mengatakan berdasarkan rencana awal pembangunan jalan tersebut 2006-2008 melintasi taman hutan rakyat (Tahura), hutan lindung dan areal penggunaan lain (APL). Namun setelah diubah sesuai Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) rencana pembangunan jalan tersebut tidak lagi melintas di Tahura.

“Perubahan dilakukan untuk menghindari Tahura tetapi hutan lindung tidak bisa dihindari. Tapi sudah ada persetujuan pinjam pakai kawasan termasuk hutan produksi terbatas,” kata Syaifullah pada acara public expose menuju setengah abad Sulawesi Tengah.

Kamis, 04 April 2013

KURUN EMPAT BULAN TERAKHIR Sigi Jadi Langganan Banjir Bandang

http://www.harianmercusuar.com - Kurun empat bulan terakhir periode tahun 2013 ini, Kabupaten Sigi terus jadi langganan banjir bandang. Sesuai catatan redaksi, empat kasus banjir bandang telah menghantam daerah ini di lokasi berbeda. Penyebabnya, sungai meluap dan airnya masuk ke lahan persawahan petani serta merendam perkampungan warga.

.
Oleh: SANAJI/LKBN ANTARA

Banjir bandang pertama menghantam tiga desa di Kecamatan Dolo Barat pada Senin (31/12) pukul 14.00 siang. Tiga desa tersebut adalah Desa Pewunu, Sibonu dan Desa Kalukutinggu.
Informasi yang diterima redaksi, penyebab banjir adalah air yang berasal dari pegunungan lalu melewati sungai mati. Dari sungai mati tersebut air masuk ke perkampungan warga. Bencana banjir itu mengakibatkan tiga rumah di Desa Pewunu terendam air dan satu rumah di Desa Sibonu, serta satu rumah rusak berat di Desa Kalukutinggu.

Jumat, 15 Maret 2013

Ritual Adat Kian Pererat Soliditas Orang Kei

Oleh Daniel Leonard

KOMPAS.com - Kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang mendiami Pulau Langgur hingga Elat di Pulau Kei Besar dikenal sangat kental dengan tradisi serta adat dan budaya warisan nenek moyang mereka di tengah perkembangan zaman dan era modernisasi.

Hukum Larvul-Ngabal (pidana dan perdata) merupakan sebuah aturan baku yang masih dijunjung tinggi serta dihormati masyarakat dan tetap berlaku berbarengan dengan hukum positif dari negara.

Bila terjadi peristiwa pidana atau perdata antarwarga desa bertetangga maka hukum positif tetap berlaku bagi semua orang, namun proses penyelesaian secara adat berdasarkan hukum adat Larvul-Ngabal tidak bisa dikesampingkan begitu saja karena lebih efektif.