- Program Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat-obatan di Taman Nasional Lore Lindu. ( Program kerjasama AWAM GREEN - NRM/EPIQ, Januari s/d Oktober 2000 );
- Advokasi Permasalahan Masyarakat Desa Lempe Kec. Lore Tengah dengan PT. Bina Baru. (Program Swadaya AWAM GREEN Juni – Agustus 2000);
- Study Ekologi dan Monitoring Kesehatan Hutan di Gunung Ogoamas Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala (Program kerjasama AWAM GREEN – TNC, September 2000 );
- Resolusi Konflik Batas Wilayah Adat di Desa Tuva Kec. Sigi Biromaru. (Program Swadaya AWAM GREEN Januari 2001);
- Advokasi, Penataan Sistem Kepemilikan Dan Pengolahan Tanah, Serta Tata Ruang Wilayah di Desa Sungku, Marena Dan Makuhi, Kecamatan Kulawi, Kab. Sigi/dahulu Kab. Donggala. (Program Swadaya AWAM GREEN Mei 2001 s/d sekarang);
- Program PSDA Melalui Pengembangan Dan Pemanfaatan Potensi Tumbuhan Obat Serta Revitalisasi Posisi Pengobat Tradisional. Desa Pakuli Kec. Gumbasa Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah (Program kerjasama AWAM GREEN - CARE Int Indonesia Central Sulawesi, 2002 – 2004);
- Program Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya dan Industri Pengelolaan Kedelai ( Program Kerjasama AWAM GREEN – Yayasan Pemulihan Keberdayaan Masyarakat, November 2001 s/d Februari 2002 di Desa Lempe Kec. Lore Tengah Kab. Poso );
- Program Pelestarian Hutan Moonson Berbasis Masyarakat Di Taman Nasional Lore Lindu, Propinsi Sulawesi Tengah (Program Kerjasama AWAM GREEN – GEF/SGP Januari 2002 s/d Juni 2004 );
- Program Pelestarian Hutan Moonson Berbasis Masyarakat Di Taman Nasional Lore Lindu, Propinsi Sulawesi Tengah (Program Kerjasama AWAM GREEN – GEF/SGP Januari 2002 s/d Juni 2004 );
- Program Revitalisasi Sistem Sosial Dan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat, Desa Oo Parese Dusun Marena Kab. Sigi Propinsi Sulawesi Tengah ( Program Kerjasama AWAM GREEN – Yayasan Kemala tahun 2004 s/d 2005 );
- Program Pendidikan dan pelatihan Perdamaian Dalam Upaya Pencegahan Konflik Warga Kecamatan Palu Selatan. ( Program Kerjasama AWAM GREEN-PMU PTD Kota Palu-UNDP dan Pemerintah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah 2008 );
- Program Pengembangan Mekanisme Pengelolaan Sampah Perkotaan. ( Program Kerjasama AWAM GREEN-PMU PTD Kota Palu-UNDP dan Pemerintah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah 2008 );
- Program Upaya Penyelesaian Konflik Pengelolaan Sumberdaya Laut Berbasis Komunitas Di Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. ( Program kerjasama AWAM GREEN - PTD - UNDP – Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah 2009 );
- Program Pembuatan Film Dokumenter “Ibu Ramlah, Figur Perempuan dari Desa Porame dan Peranannya dalam Upaya Pembangunan Perdamaian” ( Program kerjasama AWAM GREEN - PTDDA - UNDP – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2015 );
- Program Pembangunan Perdamaian dan Upaya Pencegahan Konflik Melalui Pemberdayaan Ekonomi Perempuan “Pengembangan Usaha Ekonomi Virgin Coconut Oil”di Desa Porame Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. ( Program kerjasama AWAM GREEN - PTDDA - UNDP – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2015 );
- Program Riset Identifikasi Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. ( Program Kerjasama AWAM GREEN dan Epistema Institut Jakarta 2015).
- Program ”Participatory Land Use Planing Forest Program III Sulawesi” di 11 Desa Kab. Poso dan Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Lariang (Perkumpulan Imunitas, Karsa dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, 2018;
- Program ”Participatory Land Use Planing Forest Program III Sulawesi” di 11 Desa Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Lariang (Perkumpulan Imunitas, Karsa dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2020;
- Program “Participatory Land Use Planing Forest Program III Sulawesi” di Desa Watukilo Kec. Kulawi Selatan Kab. Sigi. Program kerjasama antara Perkumpulan Awam Green Indonesia dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2022;
- Program ”Pendampingan Pasca Izin Perhutanan Sosial” di 4 Desa Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Siklus (Perkumpulan Imunitas, Karsa dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2020-2022;
- Program ”Pendampingan Pasca Izin Perhutanan Sosial” di 2 Desa Kab. Sigi. Program kerjasama Konsorsium Naravanjaka (Perkumpulan Imunitas dan Awam Green) dengan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Sulawesi, tahun 2021-2022.
Senin, 06 Mei 2024
PENGALAMAN ORGANISASI
Label:
Profil
TENTANG AWAM GREEN INDONESIA
Organisasi ini adalah Organisasi Non Pemerintah
yang terbentuk pada tanggal 11 Mei 1995 di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
dengan nama Awam Green. Awal pembentukan Awam Green merupakan
sebuah organisasi yang
ruang lingkup pergerakannya berkonsentrasi dalam aktifitas petualangan alam
bebas dan pemerhati lingkungan.
Dalam proses perkembangannya, di
internal Awam Green telah terjadi
perubahan dinamika pola pemikiran serta
kepedulian terhadap masyarakat dengan mulai melakukan aktifitas
peningkatan Sumber Daya Manusia, riset, pendokumentasian, penguatan ekonomi,
upaya pembangunan perdamaian, penanggulangan bencana, dan pembelaan terhadap
hak-hak masyarakat yang termarjinalkan serta aktifitas-aktifitas lainnya yang
sangat mendukung dan berguna bagi masyarakat. Demi menunjang efektifitas aktifitas
organisasi dan memperluas akses, pada tanggal 30 April 2021 nama Awam Green
berubah nama menjadi Awam Green Indonesia dengan status Perkumpulan sesuai Akta
Nomor 05
Tanggal 30 April 2021 dan terdaftar pada Kementerian Hukum
dan HAM dengan Nomor AHU‐ 0006725.AH.01.07 Tahun
2021 Tangga1 02 Juni 2021 serta pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Daerah Provinsi
Sulawesi Tengah dengan Nomor : 220/3311/BID. IV BKBPD/2021 tanggal 18 Agustus
2021.
Label:
Profil
Rabu, 01 Desember 2021
FUN CLIMBING SPIDER KID'S
[27 November 2021]
FCSK 2021 (Fun Climbing Spider Kid's) Merupakan kegiatan Awam Green Indoesia dalam mengenalkan dan membentuk kecintaan kader-kader cilik dalam dunia panjat tebing.
Semoga kedepannya semakin banyak lagi kegiatan serupa yang bisa kami laksanakan dalam mengenalkan dunia panjat tebing pada masyarakat.
#awamgreen
#awamgreenindonesia
#kaumawam
#FCSK2021
#panjat tebing
Semoga kedepannya semakin banyak lagi kegiatan serupa yang bisa kami laksanakan dalam mengenalkan dunia panjat tebing pada masyarakat.
#awamgreen
#awamgreenindonesia
#kaumawam
#FCSK2021
#panjat tebing
Jumat, 26 Februari 2021
Selasa, 16 April 2019
PROGRAM AKAR BUKU
Program akar buku adalah sebuah program swadaya organisasi Awam Green Indonesia dimana kami mendonasikan buku bacaan untuk anak-anak usia sekolah dasar khususnya untuk anak-anak yang berada di wilayah dataran tinggi atau pegunungan dengan karakter ketinggian itu antara 1000 sampai 1500 meter diatas permukaan laut sarana dan sarana pendidikan diwilayah ini masih sangat terbatas sehingga akses internet maupun laptop itu masih menjadi barang eksklusif oleh sebab itu buku bacaan itu menjadi satu kebutuhan yang penting untuk dihadapkan dan kami coba mewujudkan itu dengan melakukan program akar buku ini.
Label:
Aktivitas
Rabu, 15 Juni 2016
Catatan Bencana Gempa Bumi di Sulawesi Tengah
Pada 1 Desember 1927 sekitar pukul 13.37, gempa berkekuatan 6.5 Skala
Richter. Gempa ini berasal dari aktifitas tektonik Watusampu berpusat di Teluk
Palu. Data BMKG Palu menyebutkan, akibat yang ditimbulkan dari bencana ini
sebanyak 14 orang meninggal dunia serta 50 lainnya luka-luka. Gempa ini pula
memicu terjadinya tsunami setinggi 15 meter di Teluk Palu. Tangga dermaga
Talise (di pantai Teluk Palu) amblas ditelan ombak.
Pada 30 Januari 1930, terjadi gempa yang menyebabkan tsunami di Pantai Barat
Kabupaten Donggala selama 2 menit setinggi lebih dari 2 meter.
Pada 20 Mei 1938, terjadi gempa berkekuatan 7.6 SR dan Intensitas VIII-IX
MMI. Gempa ini mengguncang seluruh Pulau Sulawesi dan sebagian Kalimantan serta
memunculkan tsunami di Teluk Tomini. Sebanyak 50 orang tewas dan 50
orang luka-luka.
Label:
Berita
Jumat, 10 Juni 2016
Aktivis Lingkungan Panik, Hutan Gunung Lolombulan di Motoling Minsel Kian Gundul
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG -
Aktivis lingkungan yang berada didaerah Motoling
panik. Pasalnya pembabatan hutan lindung didaerah Gunung Lolombulan terus terjadi. Hal ini
membuat kondisi hutan terancam gundul dan berpotensi menimbulkan bencana. Hal
ini disampaikan langsung oleh Ketua Komunitas Pencinta Alam Bebas (KPAB) Motoling,
Vidi Wowor kepada Tribun Manado, Rabu (8/6).
"Kami
mendesak pemerintah daerah lewat instansi teknis dalam hal ini Dinas Kehutanan
(Dishut) Minahasa Selatan (Minsel) lebih memperketat penjagaan di gunung dan
kawasan hutan lindung Lolombulan. Jika terus dibiarkan, maka dapat menyebabkan
kondisi alam yang semakin rusak," kata ketua komunitas yang dikenal gencar
menyuarakan kelestarian hutan ini.
Keprihatinan
tidak hanya dari para komunitas namun juga dari warga setempat. "Melihat
kondisi hutan yang terus dibabat menimbulkan keprihatinan bagi kami semua
terutama warga setempat," ujarnya.
Menurutnya,
Dishut jangan hanya terfokus pada pos-pos penjagaan di pinggir jalan, tapi pada
pengawasan Polisi Hutan (Polhut) harus rutin melakukan patroli dan menjaga
kawasan gunung Lolombulan.
Label:
Berita Media
Kamis, 09 Juni 2016
La Nina di Indonesia, Daerah Ini Bakal Alami Banjir dan Tanah Longsor
Tempo.co - Masyarakat diminta waspada terhadap potensi curah hujan
tidak normal pada periode musim kemarau, yaitu Juli, Agustus, dan September
2016. “Curah hujan tinggi banyak terjadi di beberapa wilayah sehingga
berpotensi menimbulkan tanah longsor, bahkan puting beliung,” kata Kepala Pusat
Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo
Purwo Nugroho dalam rilisnya pada Rabu, 8 Juni 2016.
Wilayah yang terkena dampak curah hujan tak normal itu adalah Sumatera Utara bagian barat, Sumatera Barat bagian barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian barat, dan Kalimantan Utara. Lalu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Sutopo berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan intensif untuk mencegah dampak negatif dari banjir dan tanah longsor tersebut.
Wilayah yang terkena dampak curah hujan tak normal itu adalah Sumatera Utara bagian barat, Sumatera Barat bagian barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian barat, dan Kalimantan Utara. Lalu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Sutopo berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan intensif untuk mencegah dampak negatif dari banjir dan tanah longsor tersebut.
Label:
Berita Media
Kronologis Pendaki Asal Swiss Hilang di Gunung Semeru
Tribunnews - Lionel Du Creaux (26), warga negara Swiss yang dilaporkan hilang
saat mendaki Gunung Semeru, tercatat sebagai pendaki ilegal.
ia tak mengurus izin saat menaiki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Lionel
dilaporkan hilang oleh rekannya, Alice Guignard, warga negara Prancis pada
Selasa (7/6/2016) sore. Mereka bersama-sama mendaki Semeru pada Jumat
(3/6/2016) pukul 07.00 WIB dari jalur pendakian Ranupani.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie, mengatakan saat di Ranupani dua orang tadi langsung ke lokasi pendakian. Mereka tidak mengurus pemberitahuan atau melapor ke pos. "Tanpa register atau tiket," kata John saat dihubungi SURYA.co.id, Kamis (9/6/2016). Lionel Du Creaux dan Alice Guignard menurut cerita yang diterima John, berpisah di daerah Watu Gede.
Label:
Berita Media
Rabu, 10 Februari 2016
Selasa, 09 Februari 2016
Jumat, 05 Juni 2015
Riset: 8 juta ton sampah plastik ke laut tiap tahun
Sekitar delapan juta ton sampah plastik beredar di
lautan dunia setiap tahun, menurut riset yang dikemukakan pada pertemuan
tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS).
Dr Jenna Jembeck, kepala tim ilmuwan dari Universitas Georgia,
AS, berupaya mengetahui seberapa banyak sampah plastik yang beredar di lautan
dunia dengan mengumpulkan data internasional mengenai populasi, sampah yang
dihasilkan, tata kelola sampah, dan kesalahan dalam mengelola sampah.
Dari data-data tersebut, Jembeck dan rekan-rekannya
menciptakan beberapa model skenario untuk mengestimasi kemungkinan jumlah
plastik yang masuk ke laut.
Untuk tahun 2010, misalnya, jumlah sampah diperkirakan
mencapai 4,8 hingga 12,7 juta ton. Batas bawah yang ditetapkan sebesar 4,8 juta
ton itu kurang lebih sama dengan jumlah ikan tuna yang ditangkap di seluruh
dunia.
Label:
Berita Media
Selasa, 03 September 2013
Ratusan Warga Protes Pemerintah
Radar-Sulbar.com - PASANGKAYU — Niat pemerintah untuk menambah fasilitas pendidikan di Matra, tidak selamanya mendapat sambutan warga. Contohnya, rencana pembangunan SMK 7 Pasangkayu.
Tak kurang dari 100 orang warga Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu, mendatangi Gedung DPRD Matra, Senin 2 September. Mereka datang menyampaikan sangat senang ada sekolah dibangun. Tapi yang mereka tentang adalah lokasi pembangunan sekolah terebut yang terletak di samping rumah tahanan (rutan).
Salah satu warga, Zainuddin, mengatakan, penetapan lokasi pembangunan SMK 7 Pasangkayu di samping Rutan Pasangkayu sangat tidak etis. Masyarakat khawatir, letak sekolah yang dekat dengan penjara justru akan memberi dampak negatif bagi perkembangan pelajar.
Tak kurang dari 100 orang warga Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu, mendatangi Gedung DPRD Matra, Senin 2 September. Mereka datang menyampaikan sangat senang ada sekolah dibangun. Tapi yang mereka tentang adalah lokasi pembangunan sekolah terebut yang terletak di samping rumah tahanan (rutan).
Salah satu warga, Zainuddin, mengatakan, penetapan lokasi pembangunan SMK 7 Pasangkayu di samping Rutan Pasangkayu sangat tidak etis. Masyarakat khawatir, letak sekolah yang dekat dengan penjara justru akan memberi dampak negatif bagi perkembangan pelajar.
Label:
Berita Media
Senin, 05 Agustus 2013
Areal Perkebunan PT SJA Diklaim Warga
Harianmercusuar.com - Aktifitas perusahaan kepala sawit PT. Sawit Jaya Abadi 2 di Desa Singkona dan Desa Salindu Kecamatan Pamona Tenggara sempat terhambat, menyusul adanya warga yang mengklaim bahwa lahan yang digunakan perusahaan adalah miliknya.
Menariknya, lahan yang diklaim oleh warga tersebut adalah lahan eks HPL (hak pengolahan lahan) Transmigrasi, yang oleh pihak perusahaan sudah mengantongi izin pelepasan dari Kementrian Nakertrans pada akhir tahun 2012 lalu.
Tak tanggung tanggung, luas lahan yang diklaim warga berjumlah ratusan hektar. Bahkan khusus di Desa Salindu, terdapat warga dari keluarga Tindoilo yang mengklaim menguasai sedikitnya hampir tiga ratus hektar lahan eks HPL Transmigrasi.
Menariknya, lahan yang diklaim oleh warga tersebut adalah lahan eks HPL (hak pengolahan lahan) Transmigrasi, yang oleh pihak perusahaan sudah mengantongi izin pelepasan dari Kementrian Nakertrans pada akhir tahun 2012 lalu.
Tak tanggung tanggung, luas lahan yang diklaim warga berjumlah ratusan hektar. Bahkan khusus di Desa Salindu, terdapat warga dari keluarga Tindoilo yang mengklaim menguasai sedikitnya hampir tiga ratus hektar lahan eks HPL Transmigrasi.
Label:
Berita Media
Minggu, 30 Juni 2013
Dua Nenek Terkucil di Hutan Ini Berharap BLSM
KOMPAS.com - Kanne Baha (95) dan Kanne Kindo (90), dua nenek lansia yang hidup
sebatang kara di hutan selama bertahun-tahun ini berharap namanya
tercantum sebagai penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).
Meski nilainya hanya Rp 150.000 per bulan, tapi uang itu sangat berarti
bagi mereka.
Kanne Kindo tinggal di sebuah gubuk berukuran 1,5x2 meter di tengah hutan yang jauh dari permukiman penduduk Desa/Kecamatan Luyo, Polewali Mandar. Selama belasan tahun dia tak bisa meninggalkan tempat tidurnya karena lumpuh. Jangankan bekerja menggarap kebun, menyiapkan keperluan seperti membeli beras atau mi instan saja tak bisa dilakukan sendirian.
Kanne Kindo tinggal di sebuah gubuk berukuran 1,5x2 meter di tengah hutan yang jauh dari permukiman penduduk Desa/Kecamatan Luyo, Polewali Mandar. Selama belasan tahun dia tak bisa meninggalkan tempat tidurnya karena lumpuh. Jangankan bekerja menggarap kebun, menyiapkan keperluan seperti membeli beras atau mi instan saja tak bisa dilakukan sendirian.
Label:
Berita Media
Kamis, 06 Juni 2013
Pendidikan di Pedalaman Balingara Kab. Banggai-Sulteng
Penulis : Kang
Rendra
Agusta
Pakowa-Balingara-Obo, 25 April 2013
Pagi ini tas-tas yang lengkap
dimasukkan kedalam truk hijau. Truk desa yang terbiasa mengangkut hasil
pertanian. Kami berangkat menuju daerah zero signal. Balingara.
52 Kilometer dari ibukota kecamatan
ini, perjalanan ke ujung barat kabupaten Banggai. Pantai yang terlihat
memanjang, juga tebing-tebing curam di Batu Hitam. Raksasa batu di sisi kiri,
begitu kokoh dan angkuh. Gunung Lontio, patahan raksasa yang menyimpan misteri.
Puncak JuluTompu. Tanjung Kopinyo yang ramai dengan rumah nelayan dibesut rawa
bakau. Hingga tugu bertuliskan “selamat Jalan Kabupaten Banggai”. Tugu yang
dilepas dengan patung penari Umapos dan Mangonyop. Batas itu
adalah kuala Balingara.
Label:
Berita Media
Sabtu, 20 April 2013
SDN PANDERE Empat Bulan Belajar Ditenda
HARIANMERCUSUAR.com - Kurang lebih empat bulan lamanya, tepatnya sejak bulan Desember 2012,
siswa SDN Pandere di Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi belajar di tenda
dan dibawah pohon.
Guru Kelas IV SDN Pandere, Indriati, Kamis (18/4), mengatakan, siswa yang belajar dibawah tenda adalah mereka yang duduk dibangku kelas IV. Kalau sedang berlangsung aktiftas belajar mengajar, siswa kelas IV sering terganggu dari siswa lainnya yang bermain di sekitar lokasi tenda.
“Siswa kelas IV sebanyak 36 orang, masuk sekolah pukul 7.15 hingga 12.30 Wita, jika musim hujan siswa diliburkan karena pakaian dan buku-buku siswa jadi basah, kadangkala bila hujan berhari-hari maka tempat belajar digenangi air,” sesalnya.
Guru Kelas IV SDN Pandere, Indriati, Kamis (18/4), mengatakan, siswa yang belajar dibawah tenda adalah mereka yang duduk dibangku kelas IV. Kalau sedang berlangsung aktiftas belajar mengajar, siswa kelas IV sering terganggu dari siswa lainnya yang bermain di sekitar lokasi tenda.
“Siswa kelas IV sebanyak 36 orang, masuk sekolah pukul 7.15 hingga 12.30 Wita, jika musim hujan siswa diliburkan karena pakaian dan buku-buku siswa jadi basah, kadangkala bila hujan berhari-hari maka tempat belajar digenangi air,” sesalnya.
Label:
Berita Media
Jumat, 12 April 2013
Hutan Lindung Disetujui Jadi Lokasi Jalan Palu-Parigi
indonesiatimur.co - Menteri Kehutanan RI memberikan persetujuan pinjam pakai kawasan hutan lindung untuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, dengan Kabupaten Parigi Moutong.
Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah, Syaifullah Djafar, di Palu, Kamis (11/4), mengatakan berdasarkan rencana awal pembangunan jalan tersebut 2006-2008 melintasi taman hutan rakyat (Tahura), hutan lindung dan areal penggunaan lain (APL). Namun setelah diubah sesuai Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) rencana pembangunan jalan tersebut tidak lagi melintas di Tahura.
“Perubahan dilakukan untuk menghindari Tahura tetapi hutan lindung tidak bisa dihindari. Tapi sudah ada persetujuan pinjam pakai kawasan termasuk hutan produksi terbatas,” kata Syaifullah pada acara public expose menuju setengah abad Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah, Syaifullah Djafar, di Palu, Kamis (11/4), mengatakan berdasarkan rencana awal pembangunan jalan tersebut 2006-2008 melintasi taman hutan rakyat (Tahura), hutan lindung dan areal penggunaan lain (APL). Namun setelah diubah sesuai Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) rencana pembangunan jalan tersebut tidak lagi melintas di Tahura.
“Perubahan dilakukan untuk menghindari Tahura tetapi hutan lindung tidak bisa dihindari. Tapi sudah ada persetujuan pinjam pakai kawasan termasuk hutan produksi terbatas,” kata Syaifullah pada acara public expose menuju setengah abad Sulawesi Tengah.
Label:
Berita Media
Kamis, 04 April 2013
KURUN EMPAT BULAN TERAKHIR Sigi Jadi Langganan Banjir Bandang
http://www.harianmercusuar.com - Kurun empat
bulan terakhir periode tahun 2013 ini, Kabupaten Sigi terus jadi langganan
banjir bandang. Sesuai catatan redaksi, empat kasus banjir bandang telah
menghantam daerah ini di lokasi berbeda. Penyebabnya, sungai meluap dan airnya
masuk ke lahan persawahan petani serta merendam perkampungan warga.
.
Oleh: SANAJI/LKBN ANTARA
Banjir bandang pertama menghantam tiga desa di Kecamatan Dolo Barat pada Senin (31/12) pukul 14.00 siang. Tiga desa tersebut adalah Desa Pewunu, Sibonu dan Desa Kalukutinggu.
Informasi yang diterima redaksi, penyebab banjir adalah air yang berasal dari pegunungan lalu melewati sungai mati. Dari sungai mati tersebut air masuk ke perkampungan warga. Bencana banjir itu mengakibatkan tiga rumah di Desa Pewunu terendam air dan satu rumah di Desa Sibonu, serta satu rumah rusak berat di Desa Kalukutinggu.
.
Oleh: SANAJI/LKBN ANTARA
Banjir bandang pertama menghantam tiga desa di Kecamatan Dolo Barat pada Senin (31/12) pukul 14.00 siang. Tiga desa tersebut adalah Desa Pewunu, Sibonu dan Desa Kalukutinggu.
Informasi yang diterima redaksi, penyebab banjir adalah air yang berasal dari pegunungan lalu melewati sungai mati. Dari sungai mati tersebut air masuk ke perkampungan warga. Bencana banjir itu mengakibatkan tiga rumah di Desa Pewunu terendam air dan satu rumah di Desa Sibonu, serta satu rumah rusak berat di Desa Kalukutinggu.
Label:
Berita Media
Jumat, 15 Maret 2013
Ritual Adat Kian Pererat Soliditas Orang Kei
Oleh Daniel Leonard
KOMPAS.com - Kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang mendiami Pulau Langgur hingga Elat di Pulau Kei Besar dikenal sangat kental dengan tradisi serta adat dan budaya warisan nenek moyang mereka di tengah perkembangan zaman dan era modernisasi.
Hukum Larvul-Ngabal (pidana dan perdata) merupakan sebuah aturan baku yang masih dijunjung tinggi serta dihormati masyarakat dan tetap berlaku berbarengan dengan hukum positif dari negara.
Bila terjadi peristiwa pidana atau perdata antarwarga desa bertetangga maka hukum positif tetap berlaku bagi semua orang, namun proses penyelesaian secara adat berdasarkan hukum adat Larvul-Ngabal tidak bisa dikesampingkan begitu saja karena lebih efektif.
KOMPAS.com - Kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang mendiami Pulau Langgur hingga Elat di Pulau Kei Besar dikenal sangat kental dengan tradisi serta adat dan budaya warisan nenek moyang mereka di tengah perkembangan zaman dan era modernisasi.
Hukum Larvul-Ngabal (pidana dan perdata) merupakan sebuah aturan baku yang masih dijunjung tinggi serta dihormati masyarakat dan tetap berlaku berbarengan dengan hukum positif dari negara.
Bila terjadi peristiwa pidana atau perdata antarwarga desa bertetangga maka hukum positif tetap berlaku bagi semua orang, namun proses penyelesaian secara adat berdasarkan hukum adat Larvul-Ngabal tidak bisa dikesampingkan begitu saja karena lebih efektif.
Label:
Berita Media
Langganan:
Komentar (Atom)


